Pemerintah Diminta Turunkan Harga BBM Lagi

01-03-2016 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR Kurtubi mengharapkan pemerintah untuk menurunkan harga BBM lantaran terus  menurunnya harga minyak dunia. “ Terus terang  saya kecewa harga BBM hanya turun Rp 200.  Paling tidak BBM harus turun Rp 1.000/liter, dengan turun yang lebih signifikan akan berdampak pada peningkatan daya beli. Pada gilirannya konsumsi naik dan produksi barang dan jasa juga naik, sehingga pabrik bekerja dengan kapasita penuh,” katanya kepada pers Selasa (1/3) di ruang kerjanya Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

 

Contoh, keluarga pemilik sepeda motor dengan penghematan BBM tadinya hanya mampu beli telor 1 kg/bulannya, akan meningkat 2 kg. Dengan pemilik motor di Indonesia sekitar 80 juta orang, maka ada tambahan   80 juta kg telor. “ Bayangkan dengan peningkatan itu, kosumsi susu dan kebutuhan pokok lainnya meningkat, lalu ada peningkatan produksi dan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi meningkat serta pajak yang juga akan melonjak,” katanya.

 

Jadi lanjutnya, dengan harga minyak dunia yang murah ini kesempatan untuk menurunkan harga BBM secara signifikan. “ Usul saya menurunkan harga BBM Rp 1.000, maka pemerintah sudah tidak mensubsidi lagi,” tegasnya.

 

Harga BBM murah ini, kata Kurtubi, akan berlangsung lama bukan sebulan dua bulan, paling tidak dua tahun. Karena itu mestinya harga BBM diturunkan lagi sebesar Rp 1.000 sebab akan membawa dampak posiitif yang sangat besar tanpa mengeluarkan subsidi. “ Soal nanti kemungkinan naik lagi, misalnya crude oil sampai 100 USD, kasih tahu rakyat naikkan lagi. Apalagi setiap 3 bulan pemerintah akan mengevaluasi harga BBM, mengapa takut-takut,”  tanya dia.

 

Ditanya mengenai tarif angkutan udara apakah bisa diturunkan, Kurtubi mengatakan tergantung harga avtur. “ Otomatis kalau avtur turun siginifikan, ya tarif angkutan udara termasuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) bisa turun,” terangnya.

 

Mestinya, kata politisi Partai Nasdem ini,penurunan harga BBM yang lalu sebesar Rp 1.000 bukan hanya Rp 200. Akibatnya organda tidak mau menurunkan tarif angkutan orang dan barang, susah sekali. “ Harga BBM yang hanya turun Rp 200 gak ngaruh, dan taif angkutan tidak bisa turun,” tegasnya. Untuk itu dia kembali meminta harga BBM turun sebesar Rp 1000 dan akan minta Organda untuk kalkulasi ulang tarif angkutan. “ Kalau harga BBM turun Rp 1000 maka tarif angkutan harus turun, kalau tidak, rakyat akan marah,” ungkap Kurrtubi mengingatkan. (mp), foto : azka/parle/hr.

BERITA TERKAIT
Program MBG Diluncurkan: Semua Diundang Berpartisipasi
06-01-2025 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta - Badan Gizi Nasional dijadwalkan akan meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hari ini, Senin, 6 Januari 2025....
Komisi VII: Kebijakan Penghapusan Utang 67 Ribu UMKM di Bank BUMN Perlu Hati-Hati
04-01-2025 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti rencana pemerintah yang akan menghapus utang 67 ribu...
Pemerintah Diminta Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif Indonesia
03-01-2025 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini dituntut untuk menata dan...
Dina Lorenza Dukung Kenaikan PPN: Harus Tetap Lindungi Masyarakat Menengah ke Bawah
24-12-2024 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Dina Lorenza mendukung rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen...